[suaratransjakarta] Review Evaluasi Busway di The Sultan
Rekan Koko
Operator ngancam mogok pun rasanya perlu dilihat latar belakang nya. Kalau sudah dapat bekerja dengan tenang, pendapatan terjamin..ngapain koq ngancam mogok. Secara logika manusia normal dan universal …. rasanya nggak mungkin deh.
…………
Memang ancaman pemogokan khususnya sarana peningkatan perekonomian rakyat itu akan meresahkan rakyat pengguna angkutan umum, tapi kita sebagai pihak yang mendambakan perbaikan kondisi angkutan umum di Indonesia perlu memberikan penjelasan yang lengkap atas segala kondisi yang terjadi.
Termasuk memberikan penjelasan kenapa sih operator angkutan sering mengancam mogok atau melakukan pemogokan,
Apakah selama ini pemerintah telah melakukan kesalahan dalam memilih warga negara yang diberikan kepercayaan melaksanakan kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan publik di bidang angkutan kepada manusia-manusia Indonesia yang urakan.
Kalau salah…koq terjadinya diseluruh Indonesia.
Apa kondisi yang terjadi dalam kegiatan pelayanan publik di bidang angkutan umum yang sangat birokratis dan sangat diatur oleh pemerintah yang membuat mereka semua menjadi manusia yang urakan.. rasanya ini perlu diperjelas terlebih dahulu.
Khususnya dalam mengupas ancaman pemogokan yang meresahkan rakyat pengguna angkutan umum, kenapa operator angkutan umum memilih salah satu cara berkomukinasi yang ada di dunia ini ..yaitu dengan mengancam pemogokan .. apakah cara berkomunikasi itu sudah menjadi SOP operator yang mereka pelajari dari UU/PP/KM/KD khusus di bidang transportasi atau karena cara berkomunikasi dengan ancaman itu adalah yang paling effektif yang selama ini mendapat perhatian dari aparat terkait ?
Kalau cara berkomunikasi dengan ancaman atau melakukan pemogokan itu adalah cara yang paling effektif untuk mendapatkan perhatian pihak terkait.apakah operator menggunakan cara itu salah…apakah memang kondisinya selalu seperti itu..tanpa ada diskusi dan komunikasi.langsung saja ancam mogok..rasanya nggak juga deh.
Sejelek-jeleknya preman di Indonesia pun.dalam memeras mangsanya..pasti komunikasinya sesopan yang mereka mampu deh….misalnya “eh kunyuk…bagi gue uang” … ini sopan dalam dunia mereka, baru kalau kita si korban belaga pilon…mereka keluarkan pisau..mengancam..
……….
Khususnya di transportasi, semua permasalahan tidak bisa di diskusikan dengan cara komunikasi manusia normal.
Contoh …
Ingat pemogokan angkutan pelabuhan 2006.
Permasalahan nya sangat sederhana..adanya Keputusan Menteri dan dilaksanakan dengan SK DirJen yang melanggar UU.
Selama 3 tahun keputusan menteri itu di komunikasikan agar dibatalkan,
Dari tahun 2003, diingatkan secara sopan ..lisan, didiskusikan dengan instansi terkait, lalu ditingkatkan secara . tertulis, lalu diancam dengan pemogokan…TIDAK BERGEMING.DAN TERUS MELANGGAR UU.
Hal itu berulang beberapa kali…sampai melalui beberapa menteri dari instansi terkait dan beberapa menteri yang menggantikannya …karena lamanya proses itu….. apa yang terjadi..TIDAK DIGUBRIS.
Lalu pada tahun ke 3 (2006), pemogokan dilaksanakan.. dari jam 00;00 … jam 8 sudah ada berita akan ada sidang kabinet terbatas, jam 14 sidang kabinet terbatas dilaksanakan, jam 16 keputusan sidang kabinet sudah bocor… Hasilnya….kurang lebih - “koq gitu saja susah..tidak sesuai dengan UU koq ngotot dijalankan”.. jam 20:00 sudah diumumkan setelah rapat bersama dengan pihak terkait (Organda) keputusan menteri itu dicabut.
Dan apa yang diucapkan oleh para Menteri, Dirjen yang kena dipermalukan….
“kenapa sih Organda harus pakai mogok2an, khan bisa didiskusikan dengan baik2 dan dicarikan solusinya”
?????????? nah lho 3 tahun komunikasi/diskusi itu apa artinya..??????
Ini lah yang mekanisme berkomunikasi dengan aparat pemerintah dari pusat sampai dengan daerah, dan yang dipopulerkan adalah statement yang terakhir dari pejabat tersebut dan akademisi langsung aja menggunakan statement tersebut tanpa mau mengkaji dengan jelas dari awalnya.
………………
Khusus di busway….kemana tuh akademisi dan pakar2 transportasi di Indonesia…koq semua tiarap dan membiarkan kemelut tender itu terjadi antara aparat dan konsorsium. Sepertinya, secara tiba-tiba akademisi dan pakar transportasi yang tadinya ikut meramaikan konsep BRT dan mempopulerkan dilakukannya tender trayek menghilang dari permukaan bumi INDONESIA.
Kalau ini terjadi terus, khan runyam negara kita, berantem terus antara aparat dan swasta..
Barangkali ada baiknya kasus tender busway ini dijadikan CONTOH .. konsultan tender nya ikut diungkapkan dan membeberkan pertimbangan konsultasinya dan apa dasar aturan yang digunakan untuk mengadakan tender, apakah hanya KEPRES saja tanpa memperdulikan UU yang ada, atau apa yang dijadikan dasar pertimbangannya .. …
Jadi kalau dalam kasus tender yang sekarang terus menjadi polemik ini ada pelanggaran norma atau pelanggaran hukum, sang konsultan ikut diajukan kemeja hijau dan dituntut secara hukum.
Kalau ini bisa terjadi, maka semua kerja asalan (jual cap dan gelar) dari konsultan dan akademisi di Indonesia bisa dihilangkan dan ungkapan “pelacur ilmu” sudah tidak ada lagi.
…………..
Semoga penjelasan kenapa pengusaha angkutan di Indonesia ini sering mengancam mogok atau melakukan pemogokan… dan yang runyam…. ancaman mogok dan melakukan pemogokan itu sangat efektif untuk melakukan tuntutan sesuai dengan aturan atau…… tuntutan untuk tetap melakukan pelanggaran aturan.
Nah runyam khan kalau terjadi yang kedua dan ..tuntutan untuk melanggar aturan berhasil diperjuangkan dengan pemogokan.
Rudy Th
_____
From: suaratransjakarta@yahoogroups.com [mailto:suaratransjakarta@yahoogroups.com] On Behalf Of Harya Setyaka Sent: 23 Nopember 2008 9:00 To: suaratransjakarta@yahoogroups.com Cc: Tubagus Haryo Karbiyanto; Lisman Manurung; Edie Toet Hendratno; Soehodho Tanto; Tory Damantoro; azas nainggolan Subject: Re: [suaratransjakarta] Review Evaluasi Busway di The Sultan
Yess…
memang sengaja mengundang ybs.. kalau ga.. ga seru doong..
ada beberapa butir dari ybs yg valid.. antara lain, bahwa masalah kota kita ini lebih dari sekedar masalah transportasi..
kedua, dominasi operator berbahaya bagi pelyanan publik.. yg dikit-2 ngancem mogok.. ini bikin resah masyarakat.
sisanya… ya silahkan dinilai sendiri..
memang selalu ada bias dalam menilai busway.. yg punya dan cinta berat sama mobil dan yg tidak mampu beli mobil akan punya pandangan yg sangat berbeda..
sy selaku panitia, mengucapkan terima kasih atas partisipasi nya.. semoga dapat ikut dalam acara dialog publik selanjutnya.
salam, -K-
NB: apabila ada teman-2 yg memiliki media-coverage dari acara ini, mohon disampaikan dlm milis ini ya..
2008/11/21 Rudy Thehamihardja net.id>
> Selain membesar-besarkan kejelekan Traja > > Juga mempromosikan tingkat “……” sang professor ? > > Khan boleh donk diundang untuk mempromosikan “….” nya > > Apalagi di jadikan pembicara, jadi dengar sendiri tanggapan dari pendukung > Traja. > > Rudy Th > > _____ > > From: suaratransjakarta@ yahoogroups.com > [mailto:suaratransjakarta@ yahoogroups.com] > On Behalf Of Ratri Wibowo > Sent: 21 Nopember 2008 16:56 > To: suaratransjakarta@ yahoogroups.com > > Subject: Re: [suaratransjakarta] Review Evaluasi Busway di The Sultan > > Wah Mas Putra, saya paling inget sama si “profesor” ini, dan saya gak akan > pernah lupa karena dia bawa-bawa nama almamater dan bikin saya malu karena > satu almamater sama pak “profesor”. > > Saya cuma penasaran, kenapa selalu dia diundang ke diskusi BRT seperti ini? > Padahal yang ada, nantinya dia akan terus membesar-besarkan kejelekan traja > kayak yang paling sering dia bilang: busway mengurangi jalur untuk pemilik > kendaraan pribadi yang juga bayar pajak. Akibatnya, media juga ikut-ikutan > menulis apa yang dia katakan, seperti di Koran Tempo hari ini, dan akan > lebih membenamkan lagi citra traja di mata masyarakat. Sedih aja sih > ngeliat > komentar-komentarnya di media yang selalu menjelekkan sistem BRT di Jakarta > ini… > > -Wibo > > On 11/20/08, Putra > > @yahoo.com> wrote: > > > > Ada yg ingat Adrinof Chaniago? Dosen yang dikira profesor di milis > > ini? > > > > Nah, beliau diundang dan datang sebagai salah satu speaker. > > > > Anyway, review kira2 begini. > > > > Tempat berlangsung di Ruang Libra, The Sultan. Acara berlangsung > > tepat waktu pukul 09.00 WIB. Saya datang telat 15 menit, dan ketemu > > Pak Rudy Thehamihardja. Pengunjung cukup ramai dan ruangan dalam > > kondisi baik, dingin, walau ada kebocoran air AC di beberapa titik. > > Mungkin karena gedung tua. > > > > Pembukaan dibuka oleh Pak Sutanto Suhondo (DTKJ) kurang lebih > > berbicara selama 30-40 menit. Topiknya mengenai histori JKT busway > > dan memang sering dibacarakan dalam suatu forum. Selesai pidato, lalu > > dilanjutkan dengan break. Disediakan kopi dan teh plus beberapa roti. > > Rasanya lumayan enak. > > > > Sehabis itu dilanjutkan oleh dialog yang dimoderasi oleh Pingkan > > (Wartawan Kompas) bersama para panelis yaitu Tulus (YLKI), Bang Azas > > Tigor N. (FAKTA/pengusaha bus), dan Adrinof Chaniago (Pakar Kebijakan > > Publik). > > > > Dialog dimulai dari paparan Adrinof, dan seperti yang diduga, dialog > > dengan topik semacam ini sesungguhnya bukan kapasitasnya. Secara > > gentlemen, dia berani berterus terang, dan masih sesuai dengan > > pandangan dia terhadap busway, dalam dialog dan bahasa tubuhnya > > mengisyaratkan bahwa busway adalah kebijakan yang salah. Ternyata > > masih konsisten dengan artikel yang dulu diposting di milis. Menurut > > saya, dialognya kurang berbobot, mungkin karena memang kapasitasnya > > bukan sebagai ahli transport. Tetapi pandangannya yang sudah kadung > > anti-busway, membuat saya kurang semangat mendengar celotehannya. > > > > Dialog selanjutnya dilakukan oleh Tulus dari YLKI. Kurang lebih > > isinya seperti berita Liputan 6.com yang sebelumnya diposting di > > milis ini. Sedangkan berikutnya oleh Bang Tigor, hanya bercerita > > sedikit mengenai transjakarta, dan lebih dalam ketika membahas > > kebijakan transportasi Jakarta secara keseluruhan, dengan atmosfir > > yang lebih hidup. Mungkin karena dia juga pengusaha Metro Mini. Dua > > orang ini lebih bersikap positif terhadap busway, walaupun Bang Tigor > > sering memunculkan “kesensi-annya” dengan Sutiyoso. > > > > Sesi terakhir, adalah tanya jawab. Pak David, anggota milis ini > > mendapat kesempatan bertanya, dan yang jelas ingin menegaskan > > ketidaksetujuan pandangannya dengan Pak Adrinof. Walaupun ada satu > > hal yang sepakat, bahwa perencanaan transport tidak lepas dari RUTR. > > Tanya jawab berlangsung cukup mengalir, walaupun lagi2 jawaban dari > > Adrinoff seringkali off topic. > > > > Selesai tanya jawab sekitar pukul 13.00 WIB, dan setelah itu diakhiri > > oleh pidato singkat Koko (DTKJ). Orangnya muda, dan terlihat santai, > > kata Pak David anggota B2W. Dan menurut saya penutup inilah yang > > paling berbobot. Pidatonya sebenarnya singkat, tetapi poin yang > > paling berbobotnya adalah dia secara jelas (to the point) menegaskan > > bahwa dalam perspektif kebijakan publik, sudah berpuluh2 tahun > > (sambil menunjuk gambar transportasi bobrok JKT - metromini luber, > > penumpang naik atap KRL, dsb) pemerintah tidak memperhatikan ini > > (angkutan umum - publik), tetapi untuk kendaraan pribadi BBM nya saja > > disubsidi. Ini seakan mencounter/mematahkan pemahaman dan perspektif > > kebijakan publik yang tadi dipaparkan Adrinof, bahwa kebijakan busway > > “salah” karena merampas hak2 masyarakat. Padahal orang yg gak punya > > mobil tidak pernah merasakan subsidi transportasi dari pemerintah, > > sampai datangnya busway. > > > > Pada dasarnya judul undangan ini kurang tepat dibilang sebagai > > evaluasi. Karena kalau namanya evaluasi, biasanya bawa suatu data dan > > fakta, lalu ditelaah dimana kekurangan2nya, lalu dari kekurangannya > > itu dicarikan solusinya untuk mencapai tujuan/target yang ditetapkan. > > Sementara itu karena domain yang dibicarakan adalah busway, malah BLU > > tidak diundang sebagai pembicara. Dan yang dibicarakan pun lebih > > banyak berkisah tentang histori busway dan testimoni (positif/ > > negatif) saja dari masyarakat. > > > > Demikian reviewnya. > > > > Berikutnya kita (milis) punya rencana untuk kopdar yang dihadiri oleh > > awak2 BLU. Tunggu saja tanggal mainnya. Dan kalau ada usul topik apa > > yang mau diagendakan untuk pertemuan kopdar, silahkan dari sekarang > > diusulkan. > > > > Trims, > > p > > > > > > >
[Non-text portions of this message have been removed]
_____
avast! Antivirus: Inbound message clean.
Virus Database (VPS): 081122-0, 22/11/2008 Tested on: 23/11/2008 11:19:04 avast! - copyright (c) 1988-2008 ALWIL Software.
Category: jakartamonorail
























